apa yang ada dipikiran anda pembaca blog ini kalo saya bilang Table manner??? apakah sesuatu peraturan makan yang njelimet? makan aja kq repot mungkin begitu pikir anda. Tabel manner, kebiasaan makan yang dibawa dari para bangsawan eropa ternyata baik untuk dipakai dalam hal tertentu misalnya bagi mereka yang ingin menjamu client. Ini menawarkan cara makan yang santun walau beberapa aturan sudah diadopsi diindonesia seperti tidak bersendawa ketika makan.
Kebetulan beberapa hari yang lalu saya mengikuti suatu kelas yang mengajarkan hal tentang tabel manner. Kelas diajar oleh seorang ibu yang walaupun sudah berumur tapi masih terlihat cantik dan sepertinya termasuk orang pintar/terpelajar. Pelajaran dimulai dengan cerita tentang cara bepakaian, baju apa yang pantas dipakai untuk tiap suasana, cara memasang dasi, cara makan secara “sopan” meliputi : makanan apa saja yang biasa disajikan, alat makan apa saja yang digunakan dan aturan menggunakan masing-masing alat makan tersebut. Setelah materi pelajaran diajarkan, Kemudian tibalah saatnya praktik.
Dalam kesempatan tersebut yang dipraktikkan adalah memasang dasi sendiri(untuk pria) dan memasangkan dasi pada orang lain(ini ditujukan kepada wanita,karena menurut ibu yang mengajar kaum wanita nantinya pasti memasangkan dasi untuk pacar,suami atau pun anak mereka). Ternyata memasang dasi itu ada 3 cara yaitu :
- Four-In-Hand Knot(dasi untuk kemeja berkerah standar,cara masang dasi ini palling cepat namun hasilnya tidak terlalu rapih).
- Hand-Windsor Knot (untuk kemeja yang berkerah lebar, cara ini sedikit lebih susah dan lebih bagus dari cara pertama)
- Windsor Knot (untuk kemeja yang berkerah lebar, cara ini relatif paling sulit tapi hasil yang diperoleh paling baik, karena bisa membuat simpul yang berbentuk segitiga)
Waktu yang kami butuhkan untuk memasang dasi ternyata sekitar 5 menit untuk masing-masing cara. Mungkin buat mereka yang lebih ahli waktu yang dibutuhkan akan lebih singkat. Setelah selesai memasang dasi,tiap orang disuruh mengenakan dasinya masing-masing. Acara kemudian dilanjutkan dengan formal dinner. Ternyata makanan ala barat mempunyai beberapa bagian makanan. Ada makanan pembuka,makan utama dan makanan penutup. Nah masalah yang terjadi adalah tiap makanan memiliki alat makan yang berbeda, bayangkan kalau didepan anda ada 4 pasang sendok/pisau dengan garpu udah begitu pisaunyapun bermacam-macam belum lagi gelasnya, ada bermacam gelas dari yang berisi airputih sampai berisi wine… Kalo indonesia si cukup airputih/teh . Ternyata aturan pengambilan alat makan tersebut adalah dengan mengambil alat makan yang letaknya paling luar. pengajaran ini adalah akhir dari materi pelajaran kami hari itu.
Setelah acara praktek selesai seperti biasa,masing2 kami rebutan makanan yang dipakai sebagai bahan contoh.
Makan kok repot™
kalo tidak repot bukan table manner namanya